Bleisure 2026: Masa Depan Wisata yang Bisa Kerja Sambil
Bleisure 2026 adalah tren perjalanan yang menggabungkan bisnis (business) dan leisure (wisata) dalam satu perjalanan, semakin diminati karena fleksibilitas dan efisiensi waktu.
Di tahun 2026, bleisure diperkirakan akan menjadi pilihan utama bagi profesional yang ingin menyeimbangkan produktivitas dan relaksasi. Dengan perkembangan teknologi dan perubahan gaya kerja, masyarakat semakin terbuka untuk menjelajahi destinasi wisata sambil tetap menjalankan tugas pekerjaan. Menurut data dari Global Business Travel Association (GBTA) tahun 2024, sebanyak 68% pekerja profesional di Indonesia menyatakan tertarik untuk melakukan perjalanan bleisure dalam lima tahun ke depan. Tren ini tidak hanya menguntungkan bagi individu, tetapi juga bagi industri pariwisata dan perhotelan yang menyesuaikan layanan untuk memenuhi kebutuhan para bleisurist.
Selanjutnya, mari kita bahas lebih dalam mengenai apa itu bleisure, alasan meningkatnya popularitasnya, serta destinasi dan tips terbaik untuk melakukan perjalanan jenis ini di tahun 2026.
Apa Itu Bleisure dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Bleisure adalah kombinasi dari dua kata, yaitu “business” (bisnis) dan “leisure” (wisata). Konsep ini memungkinkan seseorang untuk melakukan perjalanan bisnis sambil menyisipkan waktu untuk berwisata sebelum atau setelah acara bisnis. Misalnya, seorang karyawan yang mengikuti konferensi di Bali bisa memanfaatkan akhir pekan untuk menikmati pantai atau mengunjungi tempat wisata populer di sana.
Selain itu, bleisure juga memberikan kesempatan untuk menjelajahi tempat baru tanpa harus mengambil cuti khusus. Dalam praktiknya, banyak perusahaan yang mulai mendukung konsep ini dengan memberikan fleksibilitas waktu tambahan bagi karyawan yang melakukan perjalanan dinas. Menurut survei McKinsey tahun 2023, sebanyak 45% perusahaan di Asia Tenggara telah menerapkan kebijakan bleisure untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan dan produktivitas.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar bleisure berjalan lancar. Pertama, pastikan untuk mengatur jadwal dengan baik agar tugas pekerjaan tetap terselesaikan. Kedua, pilihlah destinasi yang memiliki akses internet stabil dan fasilitas kerja yang memadai, seperti hotel dengan ruang kerja atau kafe yang nyaman. Dengan perencanaan yang matang, bleisure dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermanfaat.
Mengapa Bleisure Semakin Populer di Tahun 2026?
Tren bleisure semakin booming karena beberapa faktor utama. Pertama, kerja jarak jauh (remote work) dan kerja hybrid telah mengubah cara orang bekerja. Banyak pekerja kini lebih fleksibel dalam mengatur waktu dan lokasi kerja, sehingga mereka dapat dengan mudah menggabungkan perjalanan bisnis dengan liburan singkat.
Kedua, perubahan prioritas hidup masyarakat pasca-pandemi membuat banyak orang mencari keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Mereka tidak lagi ingin terjebak dalam rutinitas yang monoton, melainkan ingin menjelajahi dunia sambil tetap produktif. Data dari TripAdvisor tahun 2025 menunjukkan bahwa 72% wisatawan Indonesia menganggap bleisure sebagai cara efektif untuk menghilangkan stres dan meningkatkan kreativitas.
Selain itu, industri pariwisata dan perhotelan juga turut mendukung tren ini dengan menawarkan paket-paket khusus bleisure. Banyak hotel yang kini menyediakan paket “workation” dengan fasilitas lengkap, seperti ruang kerja, akses internet cepat, dan akses ke gym atau kolam renang. Dengan begitu, para bleisurist dapat bekerja dengan nyaman sambil menikmati liburan mereka.
Peran Teknologi dalam Mendorong Bleisure
Teknologi memainkan peran penting dalam memudahkan bleisure. Dengan adanya aplikasi produktivitas seperti Zoom, Microsoft Teams, dan Google Workspace, pekerja dapat tetap terhubung dengan tim meskipun berada di luar kantor. Selain itu, platform perjalanan digital seperti Traveloka, Tiket.com, dan Airbnb juga memudahkan perencanaan perjalanan bleisure dengan menawarkan paket hemat dan fleksibel.
In addition, perkembangan wifi publik yang semakin luas di berbagai destinasi wisata juga membuat bleisure semakin mudah dilakukan. Banyak kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bali, dan Yogyakarta, kini memiliki jaringan wifi gratis di area publik, sehingga para bleisurist dapat tetap bekerja tanpa hambatan.
Namun, meskipun teknologi sangat membantu, ada juga tantangan yang perlu dihadapi. Misalnya, perbedaan zona waktu ketika melakukan perjalanan internasional atau keterbatasan fasilitas kerja di beberapa tempat. Oleh karena itu, perencanaan yang matang tetap menjadi kunci utama dalam menjalankan bleisure.
Destinasi Bleisure Terbaik di Indonesia untuk Tahun 2026
Indonesia memiliki banyak destinasi yang cocok untuk bleisure, baik untuk perjalanan bisnis maupun liburan. Berikut adalah beberapa tempat yang wajib dipertimbangkan:
1. Bali: Surga Bleisure dengan Keseimbangan Kerja dan Liburan
Bali tetap menjadi destinasi bleisure favorit karena kombinasi antara fasilitas bisnis dan keindahan alamnya. Banyak hotel di Bali, seperti The Legian Bali dan Four Seasons Resort Bali, menawarkan paket khusus untuk bleisurist dengan fasilitas ruang kerja yang lengkap dan akses ke pantai atau spa.
Selain itu, Bali juga memiliki banyak kafe dan coworking space yang nyaman untuk bekerja, seperti Dojo Bali di Canggu. Dengan koneksi internet yang stabil dan suasana yang tenang, Bali adalah pilihan sempurna untuk bleisure.
2. Jakarta: Pusat Bisnis dengan Fasilitas Mewah
Sebagai ibu kota Indonesia, Jakarta memiliki banyak fasilitas bisnis kelas dunia, seperti hotel-hotel bintang lima dan pusat konferensi modern. Hotel seperti The Ritz-Carlton Jakarta dan Shangri-La Hotel Jakarta menawarkan paket bleisure dengan akses ke gym, kolam renang, dan restoran mewah.
Selain itu, Jakarta juga memiliki banyak tempat wisata menarik, seperti Taman Mini Indonesia Indah dan Ancol Dreamland, yang dapat dikunjungi setelah jam kerja. Dengan transportasi yang mudah dan koneksi internet yang kuat, Jakarta sangat cocok untuk bleisure.
3. Yogyakarta: Destinasi Bleisure yang Tenang dan Inspiratif
Yogyakarta menawarkan suasana yang lebih tenang dan inspiratif, cocok bagi mereka yang ingin bekerja sambil menikmati budaya dan alam. Hotel seperti The Phoenix Hotel Yogyakarta dan Hyatt Regency Yogyakarta menyediakan fasilitas bisnis yang lengkap serta akses ke tempat-tempat wisata seperti Candi Borobudur dan Pantai Parangtritis.
Selain itu, Yogyakarta juga dikenal dengan kulinernya yang lezat, sehingga para bleisurist dapat menikmati makanan lokal yang otentik setelah bekerja. Dengan biaya hidup yang relatif terjangkau, Yogyakarta menjadi pilihan hemat untuk bleisure.
Tips dan Persiapan untuk Bleisure yang Sukses
Melakukan perjalanan bleisure membutuhkan persiapan yang matang agar dapat berjalan lancar. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu:
- Rencanakan jadwal dengan detail: Pastikan untuk mengatur waktu kerja dan liburan agar tidak saling bertabrakan. Gunakan kalender atau aplikasi perencanaan untuk menghindari konflik jadwal.
- Pilih akomodasi yang tepat: Pilih hotel atau tempat menginap yang memiliki fasilitas kerja, seperti ruang kerja, wifi cepat, dan akses ke kafe atau restoran.
- Manfaatkan teknologi: Gunakan aplikasi produktivitas seperti Zoom atau Slack untuk tetap terhubung dengan tim. Pastikan juga untuk memiliki perangkat yang memadai, seperti laptop atau smartphone dengan baterai yang tahan lama.
- Jangan lupa asuransi perjalanan: Pastikan untuk memiliki asuransi perjalanan yang mencakup perlindungan kesehatan dan barang bawaan, terutama jika melakukan perjalanan internasional.
In addition, selalu siapkan rencana cadangan untuk menghadapi situasi yang tidak terduga, seperti keterlambatan penerbangan atau masalah teknis. Dengan persiapan yang baik, bleisure dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan dan produktif.
Masa Depan Bleisure: Apa yang Dapat Kita Harapkan?
Di masa depan, bleisure diperkirakan akan semakin berkembang seiring dengan perubahan gaya hidup dan kemajuan teknologi. Salah satu tren yang mungkin muncul adalah peningkatan permintaan untuk paket bleisure yang lebih personal, seperti perjalanan dengan teman atau keluarga yang juga bekerja dari jarak jauh.
Selain itu, perusahaan-perusahaan juga akan semakin mendukung konsep bleisure dengan memberikan kebijakan yang lebih fleksibel. Beberapa perusahaan bahkan mungkin menawarkan subsidi untuk perjalanan bleisure sebagai bagian dari program kesejahteraan karyawan.
Menurut prediksi dari World Travel & Tourism Council (WTTC) tahun 2025, industri bleisure diperkirakan akan tumbuh sebesar 15% per tahun hingga tahun 2030. Hal ini menunjukkan bahwa bleisure bukan sekadar tren sesaat, melainkan sebuah evolusi dalam cara orang bepergian dan bekerja.
Dengan demikian, bleisure di tahun 2026 dan seterusnya akan menjadi bagian penting dari gaya hidup modern, menggabungkan produktivitas dengan kesenangan dalam satu perjalanan.
Apakah Bleisure Cocok untuk Semua Orang?
Bleisure cocok untuk hampir semua orang, terutama bagi mereka yang sering melakukan perjalanan dinas atau bekerja dari jarak jauh. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk melakukan bleisure:
- Jenis pekerjaan: Pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi atau interaksi tatap muka yang intens mungkin tidak cocok untuk bleisure.
- Kondisi kesehatan: Pastikan untuk mempertimbangkan kondisi fisik dan mental sebelum melakukan perjalanan panjang.
- Anggaran: Bleisure bisa lebih mahal daripada perjalanan biasa, terutama jika memilih destinasi dengan biaya hidup yang tinggi.
Namun, dengan perencanaan yang tepat, bleisure dapat menjadi pengalaman yang sangat bermanfaat dan menyenangkan bagi siapa saja.
Bagaimana Perusahaan Dapat Mendukung Karyawan yang Melakukan Bleisure?
Perusahaan dapat mendukung karyawan yang melakukan bleisure dengan menerapkan kebijakan yang fleksibel. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
- Memberikan tambahan hari libur: Perusahaan dapat memberikan satu atau dua hari tambahan bagi karyawan yang melakukan perjalanan bisnis untuk berwisata.
- Menyediakan fasilitas kerja: Pastikan hotel atau tempat menginap yang digunakan karyawan memiliki fasilitas kerja yang memadai.
- Memberikan insentif finansial: Perusahaan dapat menawarkan subsidi atau reimbursement untuk biaya perjalanan dan akomodasi.
Dengan dukungan yang tepat, karyawan akan merasa lebih termotivasi dan produktif dalam menjalankan tugas mereka.
Apakah Ada Risiko yang Perlu Diwaspadai dalam Bleisure?
Meskipun bleisure memiliki banyak manfaat, ada juga beberapa risiko yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah kelelahan akibat perjalanan, terutama jika jadwal kerja dan liburan terlalu padat. Selain itu, perbedaan zona waktu juga dapat mempengaruhi produktivitas jika tidak dikelola dengan baik.
Untuk mengurangi risiko tersebut, pastikan untuk memberikan waktu istirahat yang cukup dan menghindari jadwal yang terlalu ketat. Selain itu, selalu siapkan rencana cadangan untuk menghadapi situasi yang tidak terduga, seperti keterlambatan penerbangan atau masalah kesehatan.
Dengan perencanaan yang matang dan kesadaran akan risiko yang ada, bleisure dapat menjadi pengalaman yang positif dan bermanfaat.
Bleisure 2026 adalah masa depan wisata yang semakin diminati karena fleksibilitas dan efisiensi waktunya. Dengan perkembangan teknologi dan perubahan gaya kerja, bleisure menjadi solusi cerdas untuk menyeimbangkan produktivitas dan relaksasi. Tren ini tidak hanya menguntungkan individu, tetapi juga industri pariwisata dan perusahaan yang semakin mendukung para bleisurist.
Dengan perencanaan yang tepat, destinasi yang tepat, dan dukungan dari perusahaan, bleisure dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat bagi siapa saja. Mari sambut masa depan wisata yang lebih fleksibel dan menyenangkan dengan menjelajahi dunia sambil tetap produktif!
Bleisure 2026, wisata kombinasi, kerja sambil liburan

Lebih Banyak Berita
Berita Travel 2026: Destinasi Impian yang Menanti di Depan
Update Kereta Cepat 2026: Rute Baru & Efisiensi Waktu Tempuh
Boarding KAI Tanpa Tiket! Cara Daftar Face Recognition Terbaru